14 Mei 2010
Sumber: Spetsnaz Training

ECHELON merupakan jaringan mata-mata elektronik terbesar dalam sejarah, dijalankan oleh AS, Inggris, Kanada, Australia, dan Selandia Baru, yang menangkap panggilan telepon, faks, dan surel di seluruh dunia. Echelon diperkirakan mengintersepsi sampai 3 miliar komunikasi setiap hari.

*****

KRIPTOGRAFI (dari bahasa Yunani kryptós, “tersembunyi”, dan gráphein, “menulis”) secara tradisional merupakan studi cara mengubah informasi dari bentuk normal dan dimengerti ke dalam format tak dimengerti, menjadikannya tak bisa dibaca tanpa pengetahuan rahasia—seni enkripsi. Di masa lampau, kriptografi membantu memastikan kerahasiaan komunikasi penting, seperti komunikasi mata-mata, pemimpin militer, dan diplomat. Pada dekade belakangan, bidang kriptografi mengalami perluasan lingkup dengan dua cara. Pertama, ia menyediakan mekanisme untuk lebih dari sekadar menyimpan rahasia: skema-skema seperti tandatangan digital dan uang digital. Kedua, kriptografi telah dipakai luas oleh banyak warga sipil yang tidak punya kebutuhan luar biasa akan kerahasiaan, walaupun biasanya diintegrasikan secara transparan ke dalam infrastruktur komputasi dan telekomunikasi, dan pengguna tidak menyadarinya.

Studi cara mengakali penggunaan kriptografi disebut kriptoanalisa, atau pembobolan kode. Kriptografi dan kriptoanalisa terkadang dikelompokkan bersama di bawah payung istilah kriptologi, yang mencakup seluruh subjeknya. Secara praktek, “kriptografi” juga sering dipakai untuk mengacu pada bidang ini secara keseluruhan; kripto adalah singkatan informal.

Kriptografi adalah subjek lintas disiplin, mengambil dari beberapa bidang. Sebelum zaman komputer, ia terkait erat dengan linguistik. Hari ini penekanannya bergeser, dan kriptografi memanfaatkan bidang-bidang teknis matematika secara luas, terutama bidang-bidang yang dikenal secara kolektif sebagai matematika diskret. Ini meliputi topik-topik dari teori bilangan, teori informasi, kompleksitas komputasi, statistika, dan kombinatorika. Kriptografi juga merupakan cabang ilmu rekayasa (engineering), tapi cabang ini tidak biasa karena harus berurusan dengan perlawanan aktif, cerdas, dan dengki (pelajari rekayasa kriptografi dan rekayasa sekuriti).

Bidang-bidang terkait adalah steganografi—studi menyembunyikan eksistensi hakiki sebuah pesan, dan tidak harus isi pesan itu sendiri (contoh, mikrodot, atau tinta siluman)—dan analisa trafik, yakni analisa pola komunikasi untuk mengetahui informasi rahasia.

*****

DEAD DROP (antar putus) adalah lokasi yang digunakan untuk memindah-tangankan barang secara diam-diam di antara dua orang, tanpa harus bertemu.

Mata-mata suka menerapkan dead drop, menggunakan berbagai teknik untuk menyembunyikan barang dan memberi isyarat bahwa pengantaran sudah dilakukan.

Dead drop spike (taji antar putus) adalah perangkat penyembunyian yang dipakai sejak akhir 1960-an untuk menyembunyikan uang, peta, dokumen, mikrofilm, dan barang lain. Taji ini tahan air dan tahan jamur dan dapat didorong ke dalam tanah atau ditempatkan di arus dangkal untuk diambil kemudian.

*****

CUT-OUT (pemutus arus) adalah kurir atau mekanisme pemindahtanganan informasi dan perangkat spionase dari satu mata-mata ke mata-mata lain saat beroperasi di “area tertolak” (denied area) atau lingkungan musuh. Ada dua bentuk cut-out: blok dan rantai. Cut-out blok adalah agen yang familiar dengan seluruh jaringan atau sel mata-mata dan orang-orang di dalamnya, sementara cut-out rantai adalah agen yang hanya mengetahui [mata-mata] pemberi informasi dan mata-mata penerima informasi. Cut-out rantai membantu mempertahankan kompartementalisasi jaringan mata-mata, yang meningkatkan keamanan dengan memelihara anonimitas setiap orang.

*****

PENGUPINGAN (eavesdropping) adalah mengintersepsi dan membaca pesan dan percakapan oleh penerima yang bukan dimaksud. Orang yang berpartisipasi dalam pengupingan, yakni seseorang yang diam-diam mendengarkan percakapan orang lain, disebut penguping. Asal-usul istilah ini bersifat harfiah, dari orang-orang yang benar-benar bersembunyi di lis atap (eave) rumah-rumah untuk mendengar-dengarkan percakapan pribadi orang lain.

Pengupingan bisa pula dilakukan lewat jalur telepon, surel, pesan instan, dan metode komunikasi lain yang dianggap pribadi. (Jika sebuah pesan disiarkan secara terbuka, penyaksiannya tidak digolongkan sebagai pengupingan.)

Pesan-pesan dapat diproteksi dari pengupingan dengan mempergunakan layanan keamanan kerahasiaan (atau privasi). Layanan keamanan ini biasanya diterapkan dengan enkripsi.

Di China kuno, konon untuk mengantisipasi pengupingan, para prajurit menggambar karakter pada tangan atau kertas ketika membahas persoalan penting.

Pahlawan wanita Kanada, Laura Secord, terkenal atas aksi menguping rencana tentara Amerika dan menyampaikan informasi ini kepada Inggris.

*****

PENANGANAN AGEN meliputi pencarian, penilaian, rekrutmen, dan pengarahan agen lapangan asing. Seringkali metode pemancingan agen ke dalam urusan spionase melibatkan uang (money), ideologi (ideology), kompromi (compromise), dan ego (ego)—konsep MICE.

Para agen hampir selalu warga asing yang berada di bawah arahan penangan (handler) atau pengendali (controller) agen. Untuk Central Intelligence Agency AS, penangan ini dikenal sebagai Case Officer, sedangkan di bekas KGB, pengendali dikenal sebagai Resident.

Pencarian agen potensial kerap dilakukan dengan membaca sepintas jurnal-jurnal dagang dan laporan rapat profesi untuk mendapatkan nama-nama pakar dan afiliasi, anggota delegasi politik dan teknis yang rentan, peserta konferensi dagang, dan pelancong asing yang aktivitasnya menjadikan mereka subjek potensial untuk diperas atau dipancing.

Penaksiran agen potensial meliputi verifikasi kredensial dan keterpercayaan atau identitas asli mereka. Analisa resiko mungkin pula dilakukan untuk menentukan bahaya mendekati individu incaran dengan “usaha” rekrutmen. Ini dilakukan dengan “dingin”, di mana perekrut tak memiliki jalinan terdahulu dengan target, atau “hangat”, di mana penangan dan target sudah saling kenal. Rekrutmen agen bisa memakan waktu berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Setelah rekrutmen, agen diberi pelatihan yang dipersyaratkan untuk melakukan aktivitas spionase secara aman dan efektif saat beroperasi di negara musuh atau tertolak. Mereka dilatih dalam berbagai keterampilan yang bisa meliputi komunikasi klandestin, pendesakan bicara (elicitation), pengintaian dan kontra-pengintaian, terjun payung, perekaman fotografis dan audio, penyusunan perangkat penyembunyian, pemusnahan/penghancuran, dan penggunaan senjata kecil.

Penangan agen juga menyediakan identitas palsu untuk agen, dikenal sebagai kedok atau dongeng yang membantu mereka dalam urusan akses dan keoperasian di negara tertolak. Untuk mempertahankan identitas palsu, para agen menerapkan penyamaran, dokumentasi palsu atau tiruan, sampah saku, kotak surat mati, dan teknik pendukung identitas lainnya.

Namun, sejarah riil menunjukkan bahwa setelah sumber (agen) dieksploitasi, seringkali dia tak lagi ditangani dengan baik oleh banyak dinas seperti BND, MI6, dan lain-lain. Padahal agen diberi insentif dan janji tapi ternyata kemudian diingkari. Karena setiap dinas besar diasumsikan dapat ditembus oleh tikus, setiap agen memikul resiko dibocorkan, yang kerap terjadi setelah pembelot besar beralih haluan. Sebagai agen, Anda perlu kepala mata-mata (spymaster) yang bagus untuk mencegah ini terjadi. Norbert Juretzko dari BND dipecat karena ternyata dia tidak mendaftarkan nama asli para mata-mata Rusianya, untuk mencegah mereka ditembak setelah KGB menerima daftar nama.

Mata-mata berharga terkadang tidak digantung tapi ditukar dengan mata-mata dari negara lawan. Banyak dinas mengatakan kepada mereka bahwa mereka takkan dilupakan di penjara luar negeri, tapi kenyataannya tidak selalu demikian. Semasa Perang Dingin, pertukaran dengan para agen blok timur dilakukan di atas “jembatan Glienicke” di Berlin (Barat).

*****

INTEROGASI adalah teknik profesional kepolisian dan militer dalam mewawancarai orang, seringkali tanpa persetujuan, guna memperoleh informasi menyangkut kejahatan atau operasi militer.

Interogasi bisa melibatkan penghinaan, intimidasi, dan penyiksaan fisik untuk “melunakkan” orang yang diwawancarai.

Interogasi yang baik bukanlah penyiksaan, yang pada prakteknya tidak efektif dalam menghasilkan informasi terpercaya. Tahanan perang rutin menjalani interogasi, yang diperbolehkan oleh hukum perang.

Interogasi tipikal melibatkan tiga orang: penginterogasi, yang diinterogasi, pencatat.

Penginterogasi, yang mengajukan pertanyaan, biasanya duduk berhadap-hadapan dengan yang diinterogasi (orang dalam proses interogasi), sementara pencatat duduk di sebelah orang yang diinterogasi (biasanya di sebelah kanan). Pencatat tidak boleh menghalangi pandangan orang yang diinterogasi dan berusaha tetap diam dan tidak menarik perhatian.

Penginterogasi biasanya melayangkan pertanyaan pendek terbuka dan berupaya membangun hubungan bersahabat dengan orang yang diinterogasi, dan berbicara dengan suara netral dan simpatik. Pencatat mengamati interaksi antara penginterogasi dan orang yang diinterogasi, khususnya memperhatikan perilaku dan bahasa tubuh.

Satu teknik interogasi yang terkenal adalah teknik Reid.

Camkan, tak ada aturan yang melarang penginterogasi untuk berbohong, membuat pernyataan menyesatkan, atau menyiratkan bahwa orang yang diinterogasi telah disangkutpautkan dalam kejahatan oleh orang lain. Pengelabuan merupakan bagian penting dari interogasi efektif.

Namun, ancaman yang sebetulnya tidak boleh diterapkan oleh penginterogasi pada umumnya tidak efektif, kecuali jika subjeknya masih muda, tak berpengalaman, atau ketakutan.

Perlindungan hukum yang penting untuk melawan interogasi di Amerika Serikat adalah hak bungkam dan menuntut kehadiran pengacara. (Baca juga “peringatan Miranda”.)

Metode-metode interogasi yang dipakai di Teluk Guantanamo terhadap kombatan ilegal bisa meliputi (dengan persetujuan khusus) peniadaan tidur, paparan dingin dan panas ekstrim, dan penempatan tahanan dalam “posisi stres” untuk jangka waktu yang menyakitkan.

*****

HONEY TRAP (perangkap madu) adalah salah satu bentuk operasi sengat (sting operation), di mana pelaku pelanggaran dipancing agar menyingkap jati diri mereka kepada organisasi kepolisian. Operasi sengat mengincar individu yang diketahui atau dicurigai, dan berupaya menjebak mereka sedang melakukan kejahatan tertentu, sedangkan honey trap menyusun pancingan umum untuk menarik penjahat yang tak diketahui.

Contoh, polisi bisa memasangi mobil dengan kamera tersembunyi dan meninggalkannya di area yang terkenal akan kejahatan kendaraannya sebagai honey trap. Ekspektasinya adalah mobil akan dicuri, merekam bukti dalam proses tersebut.

Di internet, Honeynet Project (project.honeynet.org) berupaya menarik dan mengawasi peretas yang menyusup ke sejumlah sistem jaringan. Secara khusus mereka memonitor perubahan aktivitas peretas terotomatisasi dan rutin, misalnya pemindaian port.

Istilah ini juga dipakai dalam novel-novel detektif dan spionase untuk melukiskan perangkap yang memakai bentuk umpan seks.

Ilustrasi: Shadows of two men inside a KGB headquarters
(Ints Kalnins/Reuters)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s