Oleh: Jenderal Raymond T. Odierno (Kepala Staf AD AS)
2 Maret 2015
Fort Leavenworth, Kansas[1]
Sumber: www.tradoc.army.mil

Salah satu hasil yang diharapkan dari Konsep Operasi AD adalah menciptakan atmosfer di mana kita dapat membuat banyak dilema bagi musuh di lingkungan di mana kita merasa nyaman beroperasi.

Pendahuluan

Konflik-konflik mutakhir dan sedang berlangsung semakin memperkuat perlunya pengembangan kekuatan masa depan yang mengimbangi fokus modernisasi teknologi Angkatan Darat AS dengan pengakuan bahwa sifat insaniah, budayawi, dan politik dari konflik bersenjata akan terus eksis, sementara teknologi ada batasnya.

AD masa depan harus dipersiapkan untuk berurusan dengan lingkungan operasi yang mencakup pemangkasan anggaran, pemangkasan struktur kekuatan, dan peningkatan momentum interaksi manusia. Selain itu, AD akan harus beroperasi di kota-kota berpenduduk padat sementara proliferasi senjata pemusnah masal dan kecakapan unggul musuh terus tumbuh. Di masa depan, beraneka musuh kemungkinan besar akan mempergunakan campuran strategi tradisional, non-konvensional, dan hibrid untuk mengancam keamanan dan kepentingan vital AS. Ancaman mungkin datang dari negara bangsa atau aktor non-negara seperti teroris lintas-negara, pemberontak, dan organisasi kriminal. Ancaman-ancaman ini akan memakai strategi untuk menghindari kekuatan AS dan mengganggu akses, kebebasan bergerak, dan kebebasan bertindak. Pada saat bersamaan, perkembanganbiakan teknologi akan memungkinkan mereka menyamai kecakapan teknis dan taktis yang memperkecil keunggulan AS selagi musuh memperluas pengaruh lewat proksi dan jaringan kriminal.

Guna memenuhi tantangan ini, AD telah menciptakan Konsep Operasi AD (AOC) baru yang fokus pada tindak cepat operasi gabungan dalam skala dan durasi memadai untuk mencegah konflik, membentuk lingkungan keamanan, dan memenangkan perang. AOC mendeskripsikan bagaimana pasukan AD masa depan, sebagai bagian dari upaya gabungan internasional dan multinasional, akan beroperasi untuk mencapai sasaran kampanye dan melindungi kepentingan nasional AS dengan menang di tingkat taktis, operasional, dan—yang terpenting—strategis peperangan.

Operasi gabungan dan operasi kombinasi tempur

Konsep baru ini mendeskripsikan bagaimana pasukan AD masa depan sebagai bagian dari tim gabungan lintas-organisasi dan multinasional akan melindungi tanah air dan ikut serta secara regional untuk mencegah konflik, membentuk lingkungan keamanan, dan menciptakan opsi-opsi menanggapi dan menyelesaikan krisis. AD membangun kecakapan untuk menang, bukan membeli platform untuk bertempur. Bilamana dipanggil, AD akan menyediakan tim kombinasi tempur global responsif yang bermanuver dari banyak tempat dan wilayah untuk menghadirkan banyak dilema dan opsi terbatas kepada musuh sambil menghindari kekuatannya dan menyerang kelemahannya.

Integrasi upaya banyak mitra

Di masa mendatang, AD akan melaksanakan komando misi dan terus bekerjasama dengan mitra lintas-organsiasi dan multinasional guna memastikan kapasitas dan interoperabilitas memadai untuk meningkatkan kedalaman dan ketahanan strategis dan operasional.[2] AD menyambut pihak-pihak yang mau mengintegrasikan upaya mereka menuju sasaran bersama, termasuk lembaga swadaya masyarakat (LSM).

Operasi di banyak wilayah

Konsep ini membahas perlunya AD memproyeksikan kekuatan dari darat ke wilayah maritim, udara, antariksa, dan siber untuk memungkinkan kebebasan manuver dan aksi pasukan gabungan dan menghadirkan banyak dilema bagi musuh. AD akan memproyeksikan kemampuan nasional dari dan ke banyak tempat dan ruang rebutan, menghadirkan banyak dilema bagi musuh, membatasi opsi, dan menghindari kekuatan.

Dukungan kecakapan dasar

Sebagaimana hari ini, pasukan AD masa depan akan terus menjadi tulang punggung pasukan gabungan dan menyelaraskan pengantaran kemampuan nasional berkenaan dengan tingkat strategis peperangan. AD akan mendukung dengan kecakapan dasar seperti komunikasi, intelijen, penerbangan sayap putar, pertahanan rudal, logistik, dan keinsinyuran. Kecakapan pasukan gabungan seimbang ini membantu menciptakan sineri dan menyediakan banyak opsi bagi Presiden, Menteri Pertahanan, dan para komandan petempur.[3]

Prinsip Operasi AD

Konsep-konsep terdahulu fokus pada prinsip operasi AD, tapi AOC baru ini mengandalkan dan lebih jauh menyoroti bagaimana prinsip tersebut akan membimbing pembangkitan dan penerapan kemampuan tempur dalam pasukan mendatang. AD akan melakukan operasi yang konsisten dengan prinsip ini guna mencapai keunggulan operasional dan meraih, memelihara, dan memanfaatkan inisiatif. Para komandan AD masa depan akan mempertimbangkan prinsip-prinsip ini ketika memvisualisasikan, mendeskripsikan, mengarahkan, memimpin, dan menaksir operasi:

  • Inisiatif: penaksiran situasi dan tindakan taktis atau operasional untuk menetapkan syarat-syarat operasi.
  • Keserempakan: pelaksanaan tugas-tugas terkait dan saling menunjang pada waktu bersamaan di banyak tempat dan wilayah.
  • Kedalaman: perpanjangan waktu dan ruang operasi guna mencegah pasukan musuh pulih dari upaya serempak.
  • Keadaptasian: tanggapan terhadap persyaratan atau perubahan baru tanpa kehilangan fungsionalitas.
  • Ketahanan: kemampuan untuk menopang upaya-upaya selama durasi yang memadai dengan kapasitas yang dibutuhkan guna menyelesaikan misi.
  • Kemautan: kemampuan untuk membunuh atau menyebabkan kehancuran fisik—penting untuk menjalankan dan memenangkan pertempuran.
  • Mobilitas: kecakapan yang memungkinkan pasukan militer meraih posisi relatif unggul, melaksanakan operasi tempo tinggi, dan mengkonsentrasikan kemampuan tempur kepada titik-titik krusial sambil berpencar ke segenap area yang luas.
  • Inovasi: buah pemikiran kritis dan kreatif dan perubahan ide baru ke dalam hasil-hasil bernilai. Inovasi mendorong perkembangan alat atau metode baru yang memperkenankan pasukan AD mengantisipasi tuntutan mendatang, tetap mengungguli musuh, dan menyelesaikan misi.[4]

Kompetensi Inti AD

Pasukan AD masa depan akan menyediakan banyak kekuatan, keuntungan strategis, dan sumbangsih penting bagi pasukan gabungan, sebagaimana hari ini. AOC baru ini fokus pada tujuh kecakapan inti AD, yang akan krusial dalam menangani Tantangan Perang AD [5]:

  • Membentuk lingkungan keamanan. AD akan terus menyediakan kecakapan unik yang memungkinkan komandan petempur menenteramkan mitra dan menghalangi agresi seraya menegakkan kondisi yang mendukung penggunaan potensial pasukan gabungan.
  • Menyusun gelanggang perang. Untuk mempertahankan kebebasan bertindak bagi pasukan gabungan, AD akan menegakkan dan memelihara kondisi penunjang sebagaimana diperlukan.
  • Memproyeksikan kemampuan nasional. AD akan memelihara kemampuan untuk mengerahkan dan menopang kekuatan darat secara pesat dan efektif dari banyak tempat dan di banyak wilayah guna mencapai hasil berkelanjutan.
  • Melakukan manuver kombinasi tempur di wilayah udara, darat, laut, antariksa, dan siber. Pasukan AD akan dapat menerapkan kemampuan tempur di waktu dan ruang untuk mengalahkan pasukan darat musuh, merebut, menduduki, dan mempertahankan area darat dan meraih keunggulan fisik, waktu, dan psikologis atas musuh.
  • Mengadakan keamanan area luas. Kompetensi ini fokus pada penerapan kemampuan tempur untuk melindungi penduduk, pasukan, prasarana, dan aksi untuk meniadakan posisi unggul musuh dan untuk mengkonsolidasi raihan demi mempertahankan inisiatif.
  • Melakukan operasi siber di wilayah darat. Sebagai bagian dari pasukan gabungan, AD akan terus memainkan peran integral di dunia siber dengan memadukannya dengan bentuk-bentuk manuver lain guna meniadakan kemampuan musuh dalam melaksanakan operasi siber seraya mempertahankan kebebasan bertindak AS.
  • Menggunakan pasukan operasi khusus. Pasukan operasi khusus AD telah menyediakan kecakapan mematikan dan non-mematikan bagi para komandan petempur. Pasukan AD masa depan akan terus berbuat demikian dengan interdependensi kecakapan konvensional saling melengkapi demi meraih keberhasilan.[6]

Implikasi

Lingkungan operasional masa depan tidak diketahui, tidak dapat diketahui, dan senantiasa berubah. AD berencana memenuhi tantangan dan melindungi tanah air, memelihara keamanan global, memproyeksikan kekuatan, dan menang. AD memahami signifikansi perannya dan menyambut para mitra; AD memiliki kecakapan untuk menyatukan mitra gabungan lintas-lembaga dan multinasional dan LSM untuk mempengaruhi tingkat strategis peperangan dan mencapai hasil berkelanjutan. Kini, dibanding dahulu, AD adalah pasukan global.

Poin Kunci

  • Konsep Operasi AD AS mendeskripsikan bagaimana pasukan AD masa depan akan melindungi tanah air dan ikut serta secara regional untuk mencegah konflik, membentuk lingkungan keamanan, dan menciptakan opsi guna merespon dan menyelesaikan krisis.
  • AD di bawah Force 2025 Maneuvers akan mengevaluasi gagasan yang terkandung dalam konsep ini serta asumsi dasarnya demi memastikan persiapan AD terhadap tuntutan konflik bersenjata di masa mendatang bersandar pada landasan konseptual yang kokoh.[7]

Catatan akhir:

  1. David Vergun, Solarium 2015: Forcing multiple dilemmas on enemy, Army News, 2 Maret 2015, www.army.mil.
  2. Komando Misi didefinisikan sebagai pelaksanaan wewenang dan arahan oleh komandan melalui tata-tertib misi demi memungkinkan inisiatif disiplin di dalam maksud komandan untuk memberdayakan para pemimpin tangkas dan adaptif dalam pengelolaan operasi darat terpadu. Untuk informasi lengkap, lihat Department of the Army, Army Doctrine Publication 3-0, Unified Land Operations, Washington DC, 10 Oktober 2011, hal. 6.
  3. Department of the Army, The U.S. Army Operating Concept: Win in a Complex World, Training and Doctrine Command (TRADOC) Pamphlet 525-3-1, 7 Oktober 2014, hal. iii–iv.
  4. Ibid., hal. 18–20.
  5. Army Capabilities Integration Center, “Information Paper: Army Warfighting Challenges,” 18 Januari 2015, usacac.army.mil.
  6. DA, The U.S. Army Operating Concept, hal. 20–22.
  7. Force 2025 Maneuvers menjadi sarana untuk mengevaluasi dan memvalidasi kecakapan ekspedisi bagi tim tempur brigade (BCT), mempertahankan keunggulan hingga 2025, dan menetapkan kondisi untuk perubahan fundamental bagi AD sesudah 2025. Lebih lengkap tentang Force 2025 Maneuvers, lihat Department of the Army, Force 2025 Maneuvers, Fort Eustis, VA, 23 Januari 2014, www.arcic.army.mil.

Ilustrasi: An US marine in stalking attentively
(Danielle Rodrigues/USMC)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s